Social Icons

Pages

Rabu, 09 November 2011

KONSEP DASAR TEORI AKUNTANSI SYARIAH


Secara normative masyrakat Muslim mulai mempraktikkan akuntansi berdasarkan perintah Allah dalam QS.Albaqarag [2] : 282,perintah ini sebenarnya bersifat universal dalam arti bahwa praktik pencatatan harus dilakukan dengan benar.Substansi dari eprintah ini adalah : praktik pencatatan yang harus dilakukan dengan benar (adil dan jujur).Substansi perintah ini berlaku secara umum dan sepanjang masa.
Yang terikat dengan substansi adalah bentuk itu sendiri,ketika substansi bersifat absolut maka bentuk cenderung lebih relative,memiliki kecenderungan untuk berubah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan masanya.Yang dimaksud dengan bentuk di sini adalah metode pencatatan,teknik dan prosedur akuntansi,bentuk akuntansi yang ada di Amerika tentu akan berbeda dengan apa yang ada di Indonesia.Bntuk selalu dipengaruhi dengan objektif (social/ekonomi/budaya) oleh karenanya wajar jika bentuk akuntansi di setiap Negara berbeda
Perintah normative yang ada di dalam Al-quran seharusnya dapat dipraktikkan di dalam akuntansi mengingat substansi dari perintah Al-Quran seperti terrsebut di atas yang bersifat tetap,namun kemudian ada gap yang terjadi ketika normative tidak sejalan dengan praktiknya mengingat sifat dari akuntansi itu sendiri yang sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan,pengguna,dan pelakuknya.
Dalam konteks ini kita akan merjemahkan perintah yang ada di dalam Al-Quran dalam rangkan megembangkan bentuk Akuntansi Syariah yang kemudian menunjukkan arah dalam praktik Akuntansi yang sesuai dengan syariah.
Pembahasan mengenai Teori Akuntansi Syariah disini tidak dapat dilepaskan dari konteks faith,knowledge,dan action.Teori akuntansi syariah (knowledge) di sini akan memandu dalam melakukan praktik akuntansi (action) dan dari keterkaitan ini maka keduanya juga tidak boleh lepas dari unsur ketauhidan (faith).Dalam konteks tadi maka filosofis akuntansi syariah memiliki prinsip :
1.Humanis
2.Emansipatoris
3.Transdental
4.Teologikal
Humanis,memberikan suatu pengerian bahwateori akuntansi syariah bersifat manusiawi,sesuai dengan fitrah manusia dan dapat dipraktikkan oleh manusia dengan sgala kemampuannya,dalam artian bahwa praktik akuntansi syariah tidak akan melampaui kemampuan manusia.
Emansipatoris,Artinya bahwa teori akuntansi syariah dapat memberikan perubahan dan perbaikan yang signifikan terhadap praktik akuntansi yang ada saat ini.
Transdental,maksudnya adalah bahwa teori akuntansi syariah dapat melintas batas disiplin ilmu akuntansi itu sendiri,dengan filosofis ini maka akuntansi syariah dapat memperkaya dirinya dengan disiplin-disiplin ilmu lain seperti : sosiologi,psikologi,antromologi dsb.
Teologikal,Dalam konteks ini akuntansi dipandang bukan hanya sebagai alat pengambilan keputusan-keputusan ekonomi semata namun juga sebagai pertanggungjawaban manusia kepada Tuhannya
Prinsip dasar dalam akuntansi syariah ini kemudian perlu diturunkan lagi ke dalam bentuk yang lebih konkret sebagai dasar pembentukan teori akuntansi syariah,konsep dasar yang diturunkan dari prinsip filosofi akuntansi syariah itu adalah :
Prinsip Filosofis
Konsep Dasar
1.Humanis


2.Emansipatoris


3.Transdental



4.Teologikal
a.Instrumental
b.Socio-Economy

a.Critical
b.Justice

a.All-Inclusive
b.Rational-Intuitive


a.Ethical
b.Holistic Welfare

Secara sederhana konsep dasar teori akuntansi syariah ini kemudian menjelaskan bahwa teori akuntansi syariah merupakan instrument atau alat yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,namun dalam konteks ini akuntansi syariah sebagai sebuah instrument bersifat fleksibel dan tidak kaku seperti besi sehingga dia dapat menyerap aspek-aspek non-materi yang ada disekitarnya termasuk aspek social,religious,budaya dan ekonomi sehingga praktik akuntansi di sini lebih mudah dibangun dan diaplikasikan.
Sebagai sebuah instrument yang fleksibel,teori akuntansi syariah membuat dirinya tidak bersifat dogmatis dan eksklusif namun menjadi lebih kritis terhadap teori dan praktik akuntansi modern yang ada,membuatnya dapat memberikan penilaian yang rasional terhadap kelemahan-kelemahan yang ada pada akuntansi modern.Sifat kritis dari akuntsnsi syariah terhadap dogma akuntansi modern ini kemudian dapat membuatnya mendudukkan aspek-aspek materi dan non-materi yang ada di dalam transaksi ekonomi menjadi lebih adil.
Di dalam sifatnya yang transdental tadi maka teori akuntansi syariah akan mampu menyerap aspek-aspek uyang ada di dalam disiplin ilu yang lain untuk dapat membangun dirinya,termasuk nilai-nilai yang ada di dalam akuntansi modern itu sendiri sejauh nilai-nilai yang ada di dalam disiplin-disiplin tersebut tidak bertentangan Islam.Karena sifatnya yang fleksibel dan transdental tadi maka teori akuntansi syariah tidak menutup kemungkinan akan pengembangan pemikiran hanya pada sisi-sis rasional tanpa memberi jalan untuk intusi berperan.
Secara substantive teori akuntansi syariah dibangun berdasarkan nilai-nilai Islam yang diambil dari Al-Quran dan Hadist,jadi dalam membangun dirinya maka akuntansi syariah akan berlandaskan kepada kedua hal tersebut di atas.


2 komentar:

  1. km belajar aksyar juga ali? semacam konsentrasi di jurusan mu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ambil skripsi tentang akuntansi syariah ma.. ini materi tentang teori akuntansi syariah....

      Hapus